Jangan Salah, Ini Bedanya Pasangan Posesif dan yang Protektif

Jangan Salah, Ini Bedanya Pasangan Posesif dan yang Protektif thumbnail
instagram.com/preweddingphotographer

Akan sangat bahagia jika memiliki pasangan yang sangat peduli kepadamu.

Namun adakalanya pasangan kita justru berlebihan bahkan terkesan mengekang. Jika sudah berada dalam hubungan yang demikian tentu akan sulit untuk keluar dari hubungannya.

Agar tidak tertipu olehnya, ada beberapa perbedaan yang jelas antara pasangan yang posesif dan protektif.

1. Pasnagan Posesif Akan Mengekang Dari Orang yang Disayangi


Seseorang yang posesif biasanya sering mengisolasi pasangan dari orang yang disayangi mulai dari teman dan keluarganya.

Dilansir Elite Daily mengatakan bahwa orang yang posesif akan mengekakngmu dari orang yang kamu sayangi dan tidak akan menyukai sahabatmu.

Ia mengeluh karena kamu terlalu sering berbincang dengan keluargamu,” terang Monica Parikh, ahli hubungan dari School of Love NYC.

2. Pasangan Protektif Cenderung Fokus Pada Keselamatan dan Kebahagiaan Pasangan


Sangat berbeda antara pasangan yang posesif dan protektif, yang posesif menganggap pasangan sebagai barang yang harus dimiliki .

Sedangkan protektif lebih mengandalkan kebahagiaan dan keamanan pasangan.

Yang posesif sibuk mengecek HP pasannya sedangkan yang posesif percaya kepada pasangannya dan memantau dari jauh.

3. Yang Posesif Suka Mengkritik dan Berkomentar


Jika pasanganmu selalu mengktritikmu dan suka berkomentar biasanya ia ingin mengontrol dan ingin mendominasi kehidupamu.

Sedangkan yang protektif lebih kepada menerimamu apa adanya.

4. Pasangan Protektif Tidak Akan Mengatur


Yang posesif biasanya suka mengtaur sedangkan yang protektif akan mengatur dan menuntunmu.

Dia tidak akan menuntunmu lebih dia akan menjelaskan alasannya terlebih dahulu sebelum memberi batasan kepadamu.

5. Begini Cara Berdamai Dengan Pasangan yang Posesif


Dikutip dari Psychology Today, pasangan yang posesif kebanyakan memiliki ketakutan dan tidak nyaman dalam menjalin hubungan.

Tidak percaya kepada pasangan sehingga suka mengatur dan bersikap posesif.

Psikolog Klinis, Lisa Firestone, ada bebecara yang bisa dilakukan agar bisa saling percaya dan tidak posesif, salah satunya adalah dengan cara saling menerima perasaan pasangan agar perasaan cemas dan hilang itu takut.

Terbuka kepada pasangan, berusaha memahami pasangan maka bisa menciptakan hubungan yang tenang.

Firestone juga mengatakan sangat penting terbuka dan berbincang dengan pasangan, agar semua perjuangan, merasa aman dengan pasangan.