Ingin Cepat-cepat Menikah Justru Bisa Membahayakan Rumah Tangga, Ini Alasannya

Ingin Cepat-cepat Menikah Justru Bisa Membahayakan Rumah Tangga, Ini Alasannya thumbnail
pinterest

Terlalu lama sendiri, umur yang cukup matang membuat seseorang mengebu-gebu ingin segera memiliki pasangan. Ditambah lagi dengan maraknya pasangan yang nikah muda sehingga semakin menggugah hati untuk segera menemukan pasangan dan mengakhiri kesendirian.

Akan tetapi siapa sangka bahwa sikap keburu ingin menikah bisa menyebabkan rumah tangga bahaya, begini penjelasannya:

1. Butuh Waktu Untuk Mengenal Karakter Seseorang


Mana mungkin bisa kamu mengenal seseorang dalam waktu yang sebentar. Mana mungkin yakin kepada seseorang yang belum kamu kenal namun sudah berani melamar dan ingin memutuskan untuk menikah.

Sedangkan untuk mengenal pasangan benar-benar membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Jika kamu siap lahir batin dengan sikapnya setelah menikah mungkin rumah tangganya akan sedikit aman. Lalu bagaimana jika kamu tidak siap dan kaget bahkan merasa salah memilih pasangan.

2. Rentan Asal Pilih


Ketahuilah bahwa menikah bukan perlombaan yang harus disegerakan. Jika kamu ngebet ingin nikah justru kamu akan asal pilih pasangan. Karena jika asal memilih bisa jadi kamu rentan menyesal nantinya bahkan bisa jadi kamu akan makan hati setiap hari.

3. Keutuhan Hubungan Bisa Didapat Dengan Usaha Bersama Bukan Sendirian


Setiap hubungan butuh usaha untuk mempertahankan, bukan hanya sebelah pihak saja melainkan keduanya harus sama-sama berjuang dan berusaha. Karena jika hanya sendirian saja tentu tidak akan pernah bisa memperbaiki hubungan.

4. Bercerai Juga Tidak Baik Untuk Harga Dirimu


Lebih baik menunggu yang tepat dari pada cepat-cepat nikah tapi ujung-ujungnya cerai bahkan pernikahannya masih seumur jagung sudah memutuskan untuk bercarai. Ketahuilah, sudah bercerai itu sangat tidak bagi bagi imagemu.

5. Akan Memiliki Anak Dari Pernikahanmu


Meski tidak semua pernikahan akan segera dikarunia anak akan tetapi jika sampai memiliki anak namun keadaan semakin sulit dan solusi terbaik adalah bercerai tentu korbannya bukan pasangannya melainkan anaknya.