Di Media Sosial Gayanya Sosialita, di Kehidupan Nyata Aslinya Menderita

Di Media Sosial Gayanya Sosialita, di Kehidupan Nyata Aslinya Menderita thumbnail
instagram.com/nabilahcil

Nikmatilah hidup sesuai dengan kadar mampumu saja, tidak usah berlebihan jika kamu tidak mampu, tidak usah sok ingin dinilai paling segalanya, jika keadaan hanya mampu untuk ala kadarnya saja.

Jangan menyiksa diri untuk selalu tampil sesuai dengan penilaian manusia, tidak ada gunanya, yang ada kamu malah gundah karena tidak tahu harus bagaimana lagi memuaskan hati mereka semua.

Sebab tidak sedikit orang-orang yang di media sosial gayanya sosialita, gayanya selangit, tapi di kehidupan nyata aslinya menderita. Bukan hanya seperti itu, banyak yang ditampilkan di beranda sosmed hanya sebuah pamer semata, tapi di dunia nyata tengah puyeng mikirin hutang.

Ada? banyak yang demikian, yah hanya sekedar menunaikan nafsu saja dalam melenakan penilaian manusia, sampai ia tidak memiliki ketenangan untuk menikmati hidup ala kadarnya, tidak bisa menerima pemberian Allah dengan rasa syukur yang memadai.

Oleh karenanya, kita yang masih diberi kesadaran untuk malu memamerkan apa yang kita miliki di media sosial, bersyukurlah, karena Allah artinya masih mengasihani kita untuk tidak berbuat riya’ dan sebagainya dalam menjalani kehidupan ini.

Tetap sederhana saja menikmati hidup, tetap ala kadarnya menjalani hidup, tapi selalu hebatkan hati kita dengan rasa syukur yang selalu saja kurang dan kurang dalam berterimakasih kepada-Nya.

Artinya, bersyukur sehebat-hebatnya kepada Allah, bersyukur tanpa batas kepada Allah, agar kita selalu merasa tenang, tidak mengeluh atas kekurangan, dan selalu bijaksana dalam mengemban amanah dari-Nya.

Ingat, tidak ada gunanya menampakkan kesosialitaan kita media, tidak ada gunanya pamer, apalagi di kehidupan nyata kita malah kelimpungan mikirin hutang, mikiran cicilan, dan menderita memikirkan semuanya seakan begitu berat.