Cara Menggunakan Media Sosial Untuk Kesehatan Fisik dan Mental

Cara Menggunakan Media Sosial Untuk Kesehatan Fisik dan Mental thumbnail
wesleesuccess.medium.com

Sehat itu tidak hanya fisik saja, namun mental juga harus sehat, karena keduanya sangat berkaitan.

Apalagi disaat pandami seperti ini, menjaga kesehatan menjadi hal yang harus dilakukan dan hal ini sangat mempengaruhi kesehatan mental.

Selama pandemi kekhawatira demi kekhawatiran bermunculan dan ternyata bisa diatasi dengan berolahraga secara rutin. Karena tidak bisa beraktivitas di luar menyebabkan bosan dan berujung stres.

Untuk itu, kamu bisa menggunakan sosial media sebagai sarana hiburan dan juga mendorong aktivitas fisik, seperti ini contohnya:

1. Aktif Dengan Menggerakkan Tubuh


Aktivitas fisik dan berolahraga secara rutin bisa meningkatkan imunitas tubuh, maka luangkan waktu sekitar 30-60 menit untuk menggerakkan tubuh sebagai sarana hiburan dan terapi agar tubuh tidak kaku.

Saat ini sudah banyak beragam media sosial yang mengharuskankan penggunanya utnuk menggerakkan tubuh seperti TikTok, atau membuat tutorial olahraga di rumah di kanal Youtube.

2. Konsumsi Makanan Sehat


Berdasarkan penelitian US National Library of Medicine, 80% sel imun ada di dalam pencernaan sehingga harus memperhatikan komposisi makanan yang bergizi karena sangat menjaga imunitas tubuh.

Makanan sehat ini penting bagi pengguna Instagram khususnya selebgram agar keindahan bentuk tubuh tetap terjaga.

Karena modal utama eksis di Instagram itu adalah kecantikan dan bentuk tubuh yang indah, agar follower terus bertambah

3. Me Time


Berdasarkan survey dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia, sebanyak 63,3% responden mengalami peningkatan stres yang disebabkan oleh pandemi.

Sehingga berdampak pada kekebalan tubuh dan rentan pada penyakit. Untuk mengatasi stres bisa dicegah dengan meluangkan waktu sedikit untuk me time dan membahagiakan diri sendiri.

Dan di zaman sosial media seperti sekarang me time itu tidak sekedar menonton film sendiri di rumah atau semedi, tapi juga bisa memanfaatka sosial media.

Tapi harus tetap bisa memfilter diri agar tidak mudah terpengaruh oleh konten buruk di sosial media yang berseliweran.